Sejarah PUPR berawal dari zaman Belanda dengan istilah "Openbare Werken" atau "Waterstaatswirken". Setelah kemerdekaan, organisasi ini mengalami berbagai perubahan nama, seperti Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah (1999-2000) dan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (2000-2004), sebelum akhirnya menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).
Periode Hindia Belanda dan Jepang * Zaman Hindia Belanda: Istilah "Pekerjaan Umum" berasal dari terjemahan bahasa Belanda "Openbare Werken", yang pada masa itu disebut juga "Waterstaatswirken". Tugas-tugasnya dibina oleh Departement van Verkeer en Waterstaat. * Zaman Jepang: Kantor pusat Departement van Verkeer en Waterstaat di Bandung disebut "Kotubu Bunsitsu", dan istilah "Pekerjaan Oemoem" atau "P.O" digunakan.
Periode Kemerdekaan Pasca Kemerdekaan: * Setelah proklamasi kemerdekaan, para pemuda Indonesia mulai mengambil alih kekuasaan pemerintahan.
Pembentukan Kabinet Pertama: Pemerintah Indonesia mulai menyusun organisasi pemerintahan, termasuk kabinet yang pertama, yang kemudian akan menyusun struktur organisasi dan sifat kementerian.
Perubahan Nama Kementerian 1999-2000: Menjadi "Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah".
2000-2004: Berubah menjadi "Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah".
Sejak 2004 (sebelum 2010): Mengalami perubahan menjadi "Departemen Pekerjaan Umum".
Sejak 2010: Berubah menjadi "Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat" (Kementerian PUPR).
Peristiwa penting Hari Bakti PU: Tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Bakti PU untuk mengenang pertempuran heroik pada 3 Desember 1945 di Gedung Sate Bandung. Pertempuran Gedung Sate: 21 petugas pemuda Pekerjaan Umum mempertahankan gedung tersebut dari serangan pasukan Sekutu yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap, meskipun akhirnya 7 petugas gugur dan gugur dalam pertempuran. Penghargaan: Pemerintah memberikan penghargaan kepada para pemuda yang gugur, yang dikenal sebagai "Pahlawan Sapta Taruna". memasukan sejarah (sumber Google)